Label

Jumat, 23 Maret 2012

Sejarah Gitar

Di sekitar tahun 70-an minat terhadap gitar kasik di Indonesia sempat meledak. Dalam waktu yang relatif singkat jumlah peserta kursus gitar melonjak drastis dan sekolah-sekolah musik swasta yang mengakomodasi para peminat gitar menjamur di mana-mana. Kondisi pergitaran di Indonesia yang mendadak sehat ini telah mengundang perhatian dunia gitar internasional yang dibuktikan dengan digelarnya konser-konser gitaris dunia di Indonesia dan datangnya bantuan-bantuan pendidikan dan material dari negara-negara berkembang seperti Jepang dan Belanda. Perhatian inipun disambut oleh pemerintah Indonesia dengan dibukanya program-program pendidikan gitar secara resmi, mulai dari sekolah-sekolah dan institusi-institusi kejuruan musik hingga perguruan tinggi.

Latar belakang popularitas gitar dalam masyarakat Indonesia

Minat yang besar pada anak-anak muda Indonesia terhadap gitar dan kepopuleran gitar itu sendiri tentunya tidak semata-mata tumbuh begitu saja. Sebelum dibukanya kursus-kursus gitar pada sekitar tahun 70-an, gitar dan alat-alat musik yang mirip gitar sudah lama digunakan di negeri ini. Gitar telah dikenal sejak lama dalam ensembel Keroncong dan bahkan dalam kesenian tradisional Cirebon, Tarling (kependekan kata dari gitar dan suling), yaitu seni tari yang diiringi oleh duet gitar berukuran standar dan seruling bambu. Kepopuleran gitar di Indonesia juga didukung oleh keberadaan berbagai alat musik lain yang memiliki kemiripan dengan gitar, yang telah lama ada sebelum gitar masuk ke Indonesia. Alat musik tersebut di antaranya ialah gitar tradisional berdawai tiga yang disebut Sampek dari Kalimatan Timur, dan beragam model gitar tradisional berukuran kecil yang berdawai dua yaitu Hasapi, Kulcapi, dan Husapi, dari Sumatra Utara.

Di samping itu gitar juga telah turut berjasa membangkitkan semangat rakyat dalam memperjuangkan cita-cita keagungan bangsa Indonesia. Hal tersebut terjadi pada penyelenggaraan Kongres Pemuda tanggal 28 Oktober 1928 dimana gitar digunakan sebagai instrumen pengiring dalam pengumandangan perdana lagu himne nasional “Indonesia Raya”.

Gitar adalah alat musik yang populer dan benar-benar telah merakyat terutama di kalangan para remaja dan pemuda kita. Maka bukanlah hal yang asing jika kita melancong ke daerah-daerah di indonesia, seperti Maluku, Timor dan Batak, kita akan mendengar dentingan gitar mengiringi kelompok anak-anak muda yang sedang menyanyikan lagu-lagu rakyat. Latar belakang sejarah inilah tampaknya yang merupakan salah satu aspek yang telah menyebabkan adanya keberanian pada para investor asing untuk menanamkan modalnya dalam sektor musik khususnya gitar, serta sambutan hangat dari masyarakat ketika pendidikan gitar ditawarkan.

Kehidupan pergitaran di Indonesia di sekitar tahun 70-an

Berdirinya sekolah-sekolah musik swasta pada sekitar tahun 70-an sangat membantu penyebaran minat bermain gitar di Indonesia. Buah dari menjamurnya kursus-kursus musik tersebut adalah suatu peningkatan yang subur dan drastis jumlah para amatir, diletan dan gitaris-gitaris muda berbakat. Minat masyarakat yang senantiasa meningkat terhadap pendidikan gitar telah mendorong didirikannya lebih banyak lagi sekolah-sekolah musik baru. Di samping itu bermacam-macam metode pengajaran dari produk luar negeripun telah ditawarkan. Hal ini telah menantang para ahli pendidikan musik yang berspesialisasi gitar untuk memikirkan dan menyusun suatu metode pengajaran gitar yang paling cocok untuk masyarakat Indonesia.

Peranan para amatir dan diletan dalam pengembangan kehidupan musik gitar di negara kita cukup besar. Hal ini didukung dengan selalu bertambahnya pendukung gitar yang di antaranya terdiri dari para amatir yang mempelajari gitar tanpa mendalaminya. Walaupun di antara mereka tidak selalu bisa memainkan musik pada tingkat kesulitan menengah sekalipun, namun minat dan perhatiannya terhadap gitar amat besar. Di samping telah menjadi audiens terbaik, tidak sedikit di antara mereka yang telah rela mengorbankan sebagian dari kekayaan materilnya untuk perkembangan musik gitar. Kondisi seperti ini telah sangat membantu para pendidik gitar dalam merealisasikan cita-cita mereka yaitu membangun suatu kehidupan musik yang sehat.

Menjelang permulaan tahun 1980, Indonesia telah memiliki gitaris-gitaris profesional yang cukup diperhitungkan. Di antara mereka ialah Carl Tangyong yang pernah belajar di Roma, Itali, dan Rully Budiono, seorang lulusan program diploma sebuah konservatori musik di Wina, Austria. Produksi musikal mereka terdiri dari dari konser-konser di kota-kota besar dan rekaman-rekaman kaset. Produktivitas mereka, di samping telah membangkitkan semangat para amatir dan diletan, juga telah menumbuhkan apresiasi yang baik dan kepercayaan dari para pencinta gitar atas kemampuan bermusik bangsa Indonesia.

Sebagai salah satu reaksi internasional dari perkembangan gitar yang sehat ini adalah didatangkannya gitaris-gitaris berkaliber dunia seperti Julian Bizantine, David Russell dan John Mills dari Kerajaan Inggris, Jean Piere Jumez dari Perancis, dan Sigfried Behrend dari Jerman, untuk memberikan resital-resital dan workshop-workshop bagi masyarakat pergitaran kita. Tanggapan mereka yang sangat positif terhadap perkembangan gitar di tanah air telah menimbulkan pengaruh yang amat besar terhadap perkembangan dunia pergitaran Indonesia. Tidaklah heran jika dalam waktu yang singkat gitaris-gitaris muda Indonesia mulai dikenal melalui prestasinya dalam kompetisi-kompetisi internasional di kawasan Asia Tenggara.

Peranan gitaris-gitaris muda Indonesia dalam forum internasional

Di Asia Tenggara seni pertunjukan gitar klasik sudah lama berkembang. Walaupun dapat dikatakan bahwa di antara negara-negara tetangganya keberadaan gitar klasik di Indonesia masih sangat muda, namun dalam tempo yang relatif singkat gitaris-gitaris muda Indonesia telah mampu menunjukkan kebolehan kualitasnya di kawasan ini. Perkembangan gitar di Indonesia dan gebrakan aksi gitaris-gitaris muda kita dalam forum internasional seperti kompetisi gitar se-Asia Tenggara pada tahun 1977-79 telah memacu perkembangan gitar di kawasan ini.

Guna meningkatkan kehidupan pergitaran di kawasan Asia Tenggara, beberapa sekolah musik di Indonesia dan beberapa negara tetangganya yang tergabung dalam suatu sistem pendidikan musik Yamaha, sepakat untuk menyelenggarakan suatu forum pertemuan antar gitaris se-Asia Tenggara. Sebagai tindak lanjutnya maka atas sponsor dari Yamaha Music Foundation, Tokyo, pada tahun 1977 telah diselenggarakan The 1st South East Asian Guitar Festival (SEAGF 1977) yang merupakan kompetisi gitar pertama di kawasan Asia Tenggara. Kompetisi tersebut mengambil tempat di Hotel Hilton, Jakarta. Pesertanya terdiri dari masing-masing dua gitaris untuk wakil setiap negara yang terdiri dari Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, Taiwan, Philipine, dan Hongkong. Kompetisi tersebut dibagi ke dalam dua kategori yaitu bagian klasik dan non-klasik. Untuk bagian non-klasik peserta membawakan karya-karya non klasik baik dengan media gitar klasik maupun jenis-jenis gitar akustik non-elektrik lainnya.

Dari pengalaman penulis yang ketika itu juga berpartisipasi sebagai peserta babak final pada kompetisi tersebut, dapat diperoleh suatu gambaran nyata bahwa gitaris-gitaris Indonesia umumnya memiliki tingkat ketrampilan dan musikalitas yang relatif lebih tinggi dibanding gitaris-gitaris unggulan negara-negara lain. Demikian pula dengan repertoar pilihan yang kami bawakan, jauh berada diatas para lain. Oleh karena itu tidak heran jika Juara pertama, baik pada saat itu maupun pada penyelenggaraan tahun-tahun berikutnya, umumnya jatuh pada peserta Indonesia. Juara untuk kategori klasik pada saat itu ialah Linda Sukamta, gitaris putri dari Bandung, sedangkan untuk non-klasik dimenangkan oleh Michael Gan dari Jakarta.

Pada penyelenggaraan kedua SEAGF 1978, kembali penulis berhasil masuk ke babak final yang waktu itu diselenggarakan di Bangkok, Thailand. Kali ini penulis berhasil mengharumkan nama Indonesia dengan memenangkan juara pertama untuk kategori klasik dalam kompetisi tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa dalam dua kompetisi terakhir SEAGF Indonesia unggul dalam kategori klasik. Bahkan tidak cukup hanya sampai di situ, pada putaran SEAGF dua tahun berikutnya di Singapura, nama Indonesia kembali harum di kawasan Asia Tenggara dengan berhasilnya gitaris muda kita, Royke B. Koapaha dari Bandung, sebagai juara pertama.

Pelajaran penting yang dapat kita petik dari kompetisi SEAGF

Dalam rangkaian acara SEAGF 1978 penulis sempat memancing informasi tentang perkembangan pendidikan gitar di negara-negara lain melalui para peserta dan anggota delegasi yang mendampingi mereka. Umumnya metode pengajaran yang diterapkan tidak jauh berbeda dengan kita. Kelebihan mereka umumnya terletak pada fasilitas pendidikan yang lebih lengkap dan didukung komunikasi yang terbuka dengan dunia pergitaran internasional. Fasilitas peserta negara lain yang sangat mendukung penampilan mereka ialah digunakannya gitar-gitar impor bermerek yang berkualitas hand made dari Eropa dan Jepang. Pada saat itu penulis sendiri menggunakan gitar buatan Inggris namun kualitasnya masih berada di bawah gitar-gitar mereka.

Dari kedua penyelenggaraan SEAGF yang pernah penulis ikuti, terdapat catatan penting yang di antaranya ialah standar repertoar pilihan para peserta rata-rata seimbang. Yang menarik ialah bahwa pilihan repertoar yang mereka bawakan umumnya sesuai dengan ijazah grade yang mereka peroleh sementara umumnya peserta Indonesia memainkan karya-karya pada tingkat tertinggi walaupun secara resmi baru memiliki ijazah grade yang rendah. Memainkan karya yang terlalu jauh di atas ijazah grade yang dimiliki tentu saja merupakan perkecualian dan bukan merupakan contoh yang perlu diteladani dalam proses pendidikan musik yang baik. Walaupun demikian dalam suatu kompetisi apapun (musik maupun bela diri, misalnya) kepemilikan ijazah tingkat pendidikan umumnya tidak pernah menjadi bahan pertimbangan.

Kecuali para peserta dari Indonesia yang sebagian besar adalah murid-murid, peserta untuk kategori klasik dari negara lain pada kedua kompetisi tersebut umumnya terdiri dari guru-guru gitar profesional. Kenyataan ini menunjukkan bahwa bukanlah hal yang mudah bagi guru gitar untuk menghasilkan muri-murid yang handal sehingga guru sendiri terpaksa perlu turun tangan dalam kompetisi.

Dalam dunia pendidikan musik siswa yang serius umumnya diarahkan kepada salah satu dari dua jalur profesi yaitu untuk menjadi penyaji musik (artis) atau guru. Oleh karena itu, sesuai dengan bakatnya seorang murid gitar yang serius perlu memikirkan pilihan masa depan profesinya sejak pertengahan masa studinya. Hal utama yang perlu dipertimbangkan ialah bahwa kesempatan berlatih seorang guru umumnya lebih sedikit dibandingkan seorang penyaji musik. Sehubungan dengan itu jarang sekali terjadi seorang guru merangkap sebagai penyaji musik. Walaupu demikian peranan pendidik-pendidik musik yang profesional sangat besar dalam pembangunan kehidupan musik yang sehat. Oleh karena itu keberadaan mereka masih amat dibutuhkan di negara kita.

Titik tolak pendidikan gitar klasik di Indonesia

Dapat dikatakan bahwa tahun 70-an merupakan titik tolak pengembangan pendidikan gitar klasik di Indonesia. Gejala ini ditandai dengan (1) meningkatnya pelayanan minat masyarakat dalam mempelajari gitar melalui lembaga-lembaga kursus musik swasta yang disponsori perusahaan-perusahaan Jepang; (2) datangnya bantuan resmi pemerintah Belanda dalam membina calon-calon guru gitar melalui program intensif yang dikelola pemerintah di kota-kota besar seperti Bandung, Jakarta, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya; dan (3) dibukanya bidang studi praktek gitar pada jenjang perguruan tinggi.

Hingga pertengahan tahun 70-an sudah terdapat banyak sekolah musik swasta yang menyediakan kursus gitar, baik di kota-kota besar maupun kecil di wilayah Indonesia bagian Barat. Berbagai macam teknik dan metode praktis ditawarkan dengan tujuan dasar yang sama yaitu memperkenalkan suatu cara bermain gitar yang lebih dari sekedar memainkan akor-akor pengiring nyanyian. Teknik bermain gitar klasik diperkenalkan melaui pendekatan-pendekatan yang mudah dan menyenangkan dengan melibatkan dasar-dasar umum permainan gitar. Gaya pengajaran kelas yang santai dan sistem ujian yang menarik dari metode-metode tersebut telah menghasilkan siswa-siswa baru yang dapat menguasai ketrampilan dasar bermain gitar secara komprehensif dalam waktu yang relatif singkat. Sayangnya kurikulum yang ditawarkan kepada siswa masih terbatas hingga tingkat ketrampilan menengah.

Berbeda dengan kursus-kursus swasta lainnya, Yayasan Pendidikan Musik (YPM) di Manggarai, Jakarta, yang saat itu diyakini sebagai sekolah musik termaju di Indonesia, menerapkan suatu metode lain. Sekolah ini mengarahkan agar siswa dapat mengenal musik secara utuh melalui pengajaran teori-teori musik secara terpisah dari tutorial individual praktikum instrumen musik. Kelas gitar pada lembaga ini sudah lama ada sebelum tahun 70-an di bawah koordinasi gitaris Adis Sugata. Walaupun sistem pendidikan musiknya secara umum cukup baik namun dalam pengajaran praktek gitar mereka masih menggunakan metode lama seperti misalnya, Carcassi dan Carulli.

Pendidikan gitar di Indonesia mengalami perubahan yang signifikan sejak kehadiran sebuah kelompok musik kamar dari Belanda, Dick Visser Guitar Trio, pada tahun 1977. Suatu hal yang menguntungkan bahwa Dick Visser, pimpinan trio tersebut, adalah seorang pejabat dinas kebudayaan di Belanda pada masa itu. Di samping spesialisasinya sebagai komponis gitar, ia juga seorang pendidik gitar senior, profesor dan dekan di Konservatorium Amsterdam, Belanda. Melalui beliaulah telah terjadi suatu jalinan kerja sama di antara pemerintah Belanda dan Indonesia untuk mengembangkan pendidikan gitar klasik di tanah air.

Dick Visser telah menyumbangkan suatu kontribusi yang besar terhadap perkembangan gitar klasik di Belanda. Kontribusi terpentingnya ialah penemuan teknik baru yang merupakan sintesis dari berbagai teknik bermain gitar terdahulu terutama Tarrega dan Pujol yang dikembangkan pada paruh kedua abad ke-19 dan teknik Segovia pada paruh pertama abad ke-20. Penemuannya tersebut telah dituangkan ke dalam suatu paket terbitan yang lengkap dari seluruh teknik permainan gitar klasik dan sejumlah etude serta kumpulan 24 etude yang ditulis pada seluruh tanda kunci mayor dan minor. Ia bahkan telah menerapkan ide tekniknya ke dalam seluruh komposisi kontemporernya dan juga edisi dan transkripsi beberapa karya-karya standar secara konsisten.

Perhatian Dick Visser sangat besar terhadap perkembangan gitar di Indonesia yang dinamis. Beliau sangat berniat untuk membantu perkembangan pendidikan musik dan mensosialisasikan metodenya di Indonesia. Dalam waktu yang tidak lama maka pemerintah Belanda mengirim seorang pedagog gitar berkualifikasi ganda di bidang penyajian (performance) dan pendidikan, Yos Bredie. Guru gitar tersebut adalah lulusan Konservatorium Amsterdam, salah seorang murid terbaik Dick Visser. Beliau dikirim untuk memberikan pelatihan intensif selama satu setengah tahun pada para guru dan calon guru gitar di kota-kota besar pulau Jawa dan Bali. Penataran tersebut diikuti oleh guru-guru gitar dan peminat-peminat lain dalam jumlah terbatas yang diterima melalui audisi atau rekomendasi sekolah musik. Beruntung bahwa penulis yang saat itu masih duduk di bangku SMU dan berstatus sebagai murid gitar, bersama dengan gitaris-gitaris muda lain yang di antaranya ialah Iwan Irawan, Royke B. Koapaha dan Ferry Tambunan dari Bandung, telah diterima sebagai peserta dalam pelatihan tersebut.

Di samping mempelajari dan mempraktekkan teknik Dick Visser yang lebih mengutamakan perkembangan tangan kiri, peserta pelatihan menerima pelajaran-pelajaran teori penunjang lainnya. Pelajaran-pelajaran tersebut di antaranya ialah ilmu sejarah musik, kontrapung, dan harmoni yang diarahkan kepada komposisi dan aransemen untuk gitar. Pelajaran pelengkap lain ialah kelas musik kamar yang menitikberatkan ensembel-ensembel kecil seperti duet, trio, dan kwartet gitar.

Sebagai tindak lanjut dari pelatihan bantuan Belanda yang diselenggarakan oleh pemerintah pada awal tahun 1980, departemen gitar YPM membuka program persiapan konservatori yang diikuti sepuluh siswa dari Bandung dan Jakarta (termasuk penulis). Satu semester sebelumnya, pada tahun 1979 Akademi Musik Indonesia (AMI) di Yogyakarta yang berada di bawah pengelolaan pemerintah, telah lebih dahulu membuka departemen gitar untuk program yang lebih tinggi dari diploma (setingkat D3) yaitu gelar Seniman setingkat Sarjana (setingkat S1). Secara operasional pengajaran praktek gitar dan subjek-subjek terkait pada kedua program tindak lanjut yang dikelola oleh swasta (YPM) dan pemerintah (AMI) tersebut dilaksanakan oleh Yos Bredie karena saat itu belum ada dosen gitar yang dianggap memenuhi persyaratan akademis.

Sayang bahwa program persiapan konservatori di YPM hanya berlangsung selama dua semester saja. Untuk mengantisipasi kesinambungan belajar maka sambil melengkapi studi di YPM pada semester kedua penulis mengambil studi komposisi di Lembaga Pendidikan Kesenian Jakarta (LPKJ) . Setelah berakhirnya masa studi di YPM (akhir tahun 1980), penulis pindah ke Jurusan Gitar LPKJ selama satu semester dan pada semester berikutnya (pertengahan tahun 1981) melanjutkan ke program gelar di AMI Yogyakarta.

Beberapa tahun sebelum program gitar di AMI dibuka, aktivitas pendidikan tinggi untuk gitar pada telah dilaksanakan di LPKJ. Sistem pendidikannya kurang lebih serupa dengan YPM namun lebih lengkap sebagai suatu pendidikan di sekolah tinggi. Jenjang pendidikan gitar di lembaga ini dikelompokkan ke dalam dua tingkat yaitu Tahap Studi Dasar dan Tahap Studi Akhir. Di bawah asuhan Reiner Wildt, seorang dosen warga Indonesia berdarah Jerman, teknik yang diterapkan pada para mahasiswa gitar pada dasarnya mengacu secara fanatik kepada teknik Segovia dengan perhatian utama pada pengembangan teknik tangan kanan. Suatu kelebihan yang ada pada sistem pendidikan gitar di lembaga ini ialah perluasan repertoar yang tidak hanya meliputi karya-karya solo dan ensembel gitar tapi juga musik kamar yang melibatkan alat-alat musik lain seperti kombinasi gitar dengan kwartet gesek atau alat-alat musik orkestra lainnya.

Sejajar dengan program Sarjana (S1), program pendidikan musik di AMI memakan waktu minimal 9 semester. Program studi yang diterapkan pada masa itu ialah: Musik Sekolah (MS), Sastra Musik (SM) dan Teori Komposisi (TK). Kecuali program MS dan TK yang mempersyaratkan Skripsi untuk melengkapi studinya, para mahasiswa SM yang tergolong paling kecil populasinya, dituntut untuk melakukan resital sebagai pengganti skripsi. Karena tertarik dengan pengembangan ketrampilan bermain gitar maka penulis memilih program SM.

Posisi pelajaran gitar pada saat itu ialah sebagai instrumen mayor disamping dua instrumen wajib lainnya yaitu piano komplementer dan instrumen minor pilihan. Mata kuliah terkait lain seperti sejarah gitar, konstruksi gitar dan kelas repertoar gitar diintegrasikan ke dalam mata kuliah Praktek Individual Instrumen Mayor (PIIM). Sementara itu ensembel gitar mendapat wadah tersendiri sebagai alternatif dari mata kuliah Orkes dan Koor. 


sumber : http://derisanakwawan.blogspot.com/2012/03/perkembangan-gitar-klasik.html

Sejarah WEB

Internet sudah menjadi hal yang sangat dekat bagi masyarakat ataupun penggunanya di jaman sekarang, namun apakah kalian mengetahui sejarah nya itu?. Mungkin, sebagian besar penggunanya tidak mengetahui sejarahnya. Saya ingin menjelaskan dan memberikan informasi tentang sejarah web. Sejarah Web bermula di European Laboratory for Particle Physics (nama lainnya adalah CERN), yaitu di kota Geneva antara perbatasan Perancis dan Swiss. CERN merupakan suatu organisasi yang didirikan oleh 18 negara di Eropa. Pada bulan Maret 1989, Tim Berners dan peneliti-peneliti CERN mengusulkan suatu protokol sistem distribusi informasi di Internet yang memungkinkan para anggotanya saling membagi informasi dan menampilkan informasi dalam bentuk grafik ataupun gambar. Web Browser pertama dibuat dengan berbasiskan pada teks. Untuk menyatakan suatu link, dibuat sebarisan nomor yang mirip dengan suatu menu. Caranya cukup mudah pengguna atau user mengetikkan suatu nomor untuk melakukan navigasi di dalam Web. Namun waktu itu hanya bisa pada Sistem Operasi UNIX, dan Windows belum bisa menggunakannya.
Lalu munculnya browser Mosaic dari NCSA (National Center for Supercomputing Applications). Pada bulan Mei 1993, Marc Andreesen dan beberapa murid dari NCSA membuat Web browser untuk sistem X-Windows yang berbasiskan grafik dan yang mudah untuk digunakan. Dalam beberapa bulan, Mosaic menarik perhatian baik dari pemakai lama maupun pemakai baru di Internet. Kemudian NCSA mengembangkan versi-versi Mosaic untuk komputer berbasis UNIX, NeXT, Windows dan Macintosh.
Pada tahun 1994, Marc Andreesen keluar dari NCSA, kemudian bersama Jim Clark, salah satu pendiri dari Silicon Graphics, membuat Netscape versi pertama. Kehadiran Netscape ini menggantikan kepopuleran Mosaic sebagai Web browser dan bahkan sampai saat ini Netscape merupakan browser yang banyak digunakan setelah Internet Explorer dari Microsoft. Kemudian pada tahun yang sama CERN dan MIT mendirikan suatu konsorsium yang dinamakan World WIde Web Consortium (W3C) yang bertugas untuk membangun standar bagi teknologi Web. Browser masih berbasiskan teks hanya terdapat sekitar 50 website. Di akhir tahun 1995 jumlah ini telah berkembang mencapai sekitar 300.000 web site. Dan diperkirakan sekarang ini jumalh pemakai Web telah mencapat sekitar puluhan juta pemakai diseluruh dunia.
Web merupakan sebuah database jaringan komputer diseluruh dunia yang menggunakan sebuah arsitektur pengambilan informasi yang umum. Secara konsep web merupakan sebuah client atau server manajemen database. Web berkembang dari ide dan konsep yang dicetuskan oleh Tim Berners-Lee, seorang peneliti pada CERN Particle Physics Lab di Jenewa, Swiss. Pada tahun 1989 Berners-Lee merumuskan suatu proposal tentang sebuah system hypertext yang memiliki tiga komponen sebagai berikut:
1. Antarmuka yang konsisten untuk semua platform. Antarmuka ini harus menyediakan akses yang dapat digunakan oleh berbagai jenis komputer.
2. Akses informasi yang universal. Setiap pengguna harus dapat mengakses setiap informasi yang tersedia.
3. Antarmuka yang menyediakan akses terhadap berbagai jenis dokumen dan protokol.
Dokumen web harus ditulis dalam suatu format khusus yang memungkinkan hypertext saling terjalin untuk bekerja. Format ini adalah Hypertext Markup Language (HTML). HTML merupakan bagian dari Stpenggunard Generalized Markup Language (SGML). SGML merupakan stpenggunar dari International Stpenggunard Organization (ISO), untuk mendefinisikan format pada dokumen teks.
Macam-macam situs web
Sebuah Website statik, adalah salah satu bentuk website yang isi didalam website tersebut tidak dimaksudkan untuk di update secara berkala, dan biasanya di maintain secara manual oleh beberapa orang yang menggunakan software editor. Ada 3 tipe kategori software editor yang biasa dipakai untuk tujuan maintaining ini, mereka adalah :
1. Elemen 1 Penyunting teks. Contohnya adalah Notepad atau TextEdit, dimana HTML diubah didalam program editor tersebut.
2. Elemen 2 WYSIWYG editor. Contohnya Microsoft Frontpage dan Macromedia Dreamweaver, dimana situs di edit menggunakan GUI (Graphical User Interface) dan format HTML ini secara otomatis di generate oleh editor ini.
3. Elemen 3 Editor yang sudah memiliki templat, contohnya Rapidweaver dan iWeb, dimana, editor ini membolehkan user untuk membuat dan mengupdate websitenya langsung ke server web secara cepat, tanpa harus mengetahui apapun tentang HTML. Mereka dapat memilih templat yang sesuai dengan keinginan mereka, menambah gambar atau obyek, mengisinya dengan tulisan, dan dengan sekejap mereka sudah dapat membuat situs web tanpa harus melihat sama sekali kode-kode HTML.
Demikian yang saya tau tentang sejarah dari web. Mungkin bagi pengguna lainnya sejarah tidak penting (yang penting bisa browsing), namun alangkah bagusnya apabila kita mengetahui sedikit saja tentang web, walaupun sudah lama sejarah web tersebut.

sumber : http://firmanfujiansyah.wordpress.com/2010/03/01/sejarah-web/

Arsitektur WEB

Arsitektur Website adalah suatu pendekatan terhadap desain dan perencanaan situs yang, seperti arsitektur itu sendiri, melibatkan teknis, kriteria estetis dan fungsional. Seperti dalam arsitektur tradisional, fokusnya adalah benar pada pengguna dan kebutuhan pengguna. Hal ini memerlukan perhatian khusus pada konten web, rencana bisnis, kegunaan, desain interaksi, informasi dan desain arsitektur web. Untuk optimasi mesin pencari yang efektif perlu memiliki apresiasi tentang bagaimana sebuah situs Web terkait dengan World Wide Web.
Sejak web perencanaan isi, desain dan manajemen datang dalam lingkup metode desain, Vitruvian tradisional tujuan komoditas, keteguhan dan kesenangan dapat memandu arsitektur situs, seperti yang mereka lakukan arsitektur fisik dan disiplin desain lainnya. Website arsitektur akan datang dalam ruang lingkup estetika dan teori kritis dan kecenderungan ini dapat mempercepat dengan munculnya web semantik dan web 2.0. Kedua ide menekankan aspek struktur informasi. Strukturalisme adalah sebuah pendekatan untuk pengetahuan yang telah dipengaruhi sejumlah disiplin akademis termasuk estetika, teori kritis dan postmodernisme. Web 2.0, karena melibatkan user-generated content, mengarahkan perhatian arsitek website untuk aspek-aspek struktur informasi.
“Website arsitektur” memiliki potensi untuk menjadi istilah yang digunakan untuk disiplin intelektual mengatur konten website. ”Web desain”, dengan cara kontras, menggambarkan tugas-tugas praktis, bagian-bagian-grafis dan teknis, dari merancang dan menerbitkan sebuah situs web. Perbedaan tersebut dibandingkan dengan yang antara tugas mengedit sebuah koran atau majalah dan desain grafis dan pencetakan. Tetapi hubungan antara editorial dan kegiatan produksi adalah lebih dekat untuk publikasi web daripada untuk penerbitan cetak.

Sejarah Internet

Pada tahun 1957 Dephan AS (DoD = Departement of Defense) membentuk ARPA (Advanced Research Projects Agency) sebagai tanggapan terhadap peluncuran Sputnik-nya Uni Sovyet. ARPA bertugas meningkatkan kemampuan teknologi yang dapat dimanfaatkan oleh militer. ARPA menjalankan tugasnya dengan memberikan bantuan dan melakukan kontrak kerja dengan universitas-universitas dan perusahaan-perusahaan yang memiliki ide yang dianggap menjanjikan bagi operasinya.

Pada pertengahan tahun 1960-an, saat puncak Perang Dingin, DoD ingin memiliki komando dan pengendalian jaringan yang dapat mempertahankan diri bila terjadi perang nuklir. Untuk mengatasi masalah ini DoD mengubah arah risetnya, ARPA. Bekerjasama dengan beberapa universitas, ARPA memutuskan bahwa jaringan yang diperlukan DoD adalah berbentuk packet-switching yang terdiri dari sebuah subnet dan komputer-komputer host. Pada Desember 1968, ARPA memberikan kontraknya kepada BBN, sebuah biro konsultan di Cambridge, Massachusetts untuk membangun jaringan tersebut dan membuat software-software pendukung.

Walaupun masih terdapat kekurangan pada masalah software, pada Desember 1969 berhasil diluncurkan sebuah jaringan eksperimen yang menghubungkan empat buah simpul yaitu UCLA, UCSB, SRI dan Utah University. Jaringan ARPANET ini segera berkembang dengan pesat meliputi seluruh wilayah AS dalam tiga tahun pertamanya. Sebagai tambahan dalam membantu pertumbuhan ARPANET yang masih prematur ini, ARPA juga membiayai penelitian jaringan satelit dan jaringan radio paket yang mobile.
Pengamatan ini mendorong semakin banyaknya penelitian tentang protokol, yang berpuncak pada penemuan model dan protokol TCP/IP. TCP/IP secara spesifik dirancang untuk menangani komunikasi melalui internetwork, sesuatu yang menjadi semakin penting dengan semakin banyaknya jaringan dan LAN yang dihubungkan ke ARPANET. Untuk mendorong pemakaian protokol-protokol baru tersebut, ARPA mengadakan beberapa kontrak dengan BBN dan Universitas California di Berkeley untuk mengintegrasikan protokol-protokol tersebut ke dalam Berkeley UNIX.

Pada tahun 1983, ARPANET memiliki jaringan yang besar dan sudah dapat dianggap stabil dan sukses. Selama tahun 1980-an, jaringan-jaringan tambahan, khususnya LAN, makin banyak yang dihubungkan ke ARPANET. Sejalan dengan bertambah luasnya jaringan, host-pun semakin mahal. Karena itu DNS (Domain Naming System) dibentuk untuk mengorganisasi mesin ke dalam domain-domain tertentu dan memetakan nama-nama host ke dalam alamat-alamat IP.

Pada tahun 1990, ARPANET telah tersusun oleh jaringan-jaringan yang baru, yang sebenarnya dilahirkan sendiri oleh ARPANET. Setelah itu ARPANET menghentikan operasinya dan dibongkar. Sampai saat ini, MILNET masih tetap beroperasi.

Pada tahun 1984 NSF mulai merancang jaringan backbone berkecepatan tinggi yang akan menghubungkan keenam pusat superkomputernya di San Diego, Boulder, Champaign, Pittsburgh, Ithaca dan Princeton. Jaringan ini diproyeksikan sebagai pengganti ARPANET dan akan dibuka untuk seluruh kelompok-kelompok riset universitas, laboratorium riset, perpustakaan dan musium untuk mengakses keenam superkomputernya itu dan berkomunikasi satu dengan lainnya. Jaringan ini juga terhubung dengan ARPANET. Selanjutnya NSF dengan segera membuat rencana jaringan penerusnya dan memberikan kontrak kepada konsorsium Michigan-based MERIT untuk melaksanakan rencana tersebut. Jaringan ini pun akhirnya kewalahan sehingga pada tahun 1990 jaringan ini segera ditingkatkan kemampuannya.


Pada tahun 1995, backbone NSFNET tidak diperlukan lagi untuk menginterkoneksikan jaringan-jaringan regional NSF. Untuk mempermudah dan meyakinkan bahwa setiap jaringan regional dapat berkomunikasi dengan jaringan regional lainnya, NSF memberikan kontrak kerja kepada empat operator jaringan untuk membuat NAP (Network Access Point). Operator-operator tersebut adalah PacBell (San Francisco), Ameritech (Chicago), MFS (Washington D.C.) dan Sprint (New York City). Setiap operator jaringan yang ingin menyediakan layanan backbone kepada jaringan-jaringan regional NSF harus menghubungkan semua NAP tersebut. Selain NAP-NAP NSF, juga telah dibuat bermacam-macam NAP pemerintah (misalnya, FIX-E, FIX-W, MAE-East dan MAE-West) dan NAP-NAP komersial (misalnya CIX).

Setelah TCP/IP dinyatakan sebagai satu-satunya protokol resmi pada 1 januari 1983, jumlah jaringan, mesin dan pengguna yang terhubung ke ARPANET bertambah dengan pesatnya. Pada saat NSFNET dan ARPANET saling dihubungkan, pertumbuhannya menjadi eksponensial. Banyak jaringan regional yang bergabung dan hubungan-hubungan dibuat untuk membangun jaringan di Kanada, Eropa dan Pasifik.
Pada pertengahan tahun 1980-an, orang mulai memandang kumpulan jaringan. Pertumbuhan terus berlanjut secara eksponensial, dan pada tahun 1990 Internet telah tumbuh menjadi 3000 jaringan dan 200.000 komputer. Pada tahun 1992, host kesatu-juta telah terhubung ke jaringan. Pada tahun 1995, terdapat banyak backbone, ratusan jaringan tingkat menengah (regional), puluhan ribu LAN, jutaan host dan puluhan juta pengguna.

Sampai awal tahun 1990-an, Internet banyak dipakai oleh para akademisi, pemerintah dan para peneliti industri. Sebuah aplikasi baru, WWW (World Wide Web) mengubah wajah Internet dan membantu jutaan pengguna baru, nonakademisi ke jaringan. Aplikasi ini, ditemukan oleh fisikawan CERN Tim Berners-Lee, tanpa mengubah fasilitas-fasilitas yang telah ada namun membuatnya menjadi lebih mudah digunakan. Bersama-sama dengan Mosaic viewer, yang dibuat oleh NCSA (National Center for Supercomputer Applications), WWW memungkinkan sebuah situs (site) untuk menyusun sejumlah halaman informasi yang berisi teks, gambar, suara dan bahkan video, dengan meletakkan link ke halaman-halaman lainnya. Dengan meng-klik sebuah link, pengguna akan segera dibawa ke halaman yang ditunjukkan oleh link tersebut.
Dalam setahun setelah Mosaic diluncurkan, jumlah server WWW berkembang dari 100 menjadi 7000. Pertumbuhan yang cepat ini terus berlangsung dengan pesat sampai sekarang.

Sumber: http://id.shvoong.com/humanities/history/1947161-sejarah-internet-di-dunia/

Sejarah Komputer

Sejarah Komputer dan Perkembanganya – Sejak dahulu, proses pengolahan data telah dilakukan oleh manusia. Manusia juga menemukan alat-alat mekanik dan elektronik untuk membantu manusia dalam penghitungan dan pengolahan data supaya bisa mendapatkan hasil lebih cepat. Komputer yang kita temui saat ini adalah suatu evolusi panjang dari penemuan-penemuan manusia sejak dahulu kala berupa alat mekanik maupun elektronik
Saat ini komputer dan piranti pendukungnya telah masuk dalam setiap aspek kehidupan dan pekerjaan. Komputer yang ada sekarang memiliki kemampuan yang lebih dari sekedar perhitungan matematik biasa. Diantaranya adalah sistem komputer di kassa supermarket yang mampu membaca kode barang belanja, sentral telepon yang menangani jutaan panggilan dan komunikasi, jaringan komputer dan internet yang menghubungkan berbagai tempat di dunia.
Sejarah Komputer menurut periodenya adalah:
  • Alat Hitung Tradisional dan Kalkulator Mekanik
  • Komputer Generasi Pertama
  • Komputer Generasi Kedua
  • Komputer Generasi Ketiga
  • Komputer Generasi Keempat
  • Komputer Generasi Kelima
Sejarah Komputer
1. Komputer Generasi Pertama (1946­ – 1959)
Dengan terjadinya Perang Dunia II, negara­negara yang terlibat dalam perang tersebut berusaha mengembangkan untuk mengeksploit potensi strategis yang dimiliki komputer.
Hal ini meningkatkan pendanaan pengembangan komputer serta mempercepat kemajuan teknik komputer.
(1) Colassus
(2) Mark I
(3) ENIAC
(4) EDVAC
(5) UNIVAC I
Ciri komputer generasi pertama adalah:
- Penggunaan tube vakum (yang membuat komputer pada masa tersebut berukuran sangat besar)
- Adanya silinder magnetik untuk penyimpanan data.
- Instruksi operasi dibuat secara spesifik untuk suatu tugas tertentu.
- Setiap komputer memiliki program kode­biner yang berbeda yang disebut “bahasa mesin” (machine language). Hal ini menyebabkan komputer sulit untuk diprogram dan membatasi kecepatannya.
2. Komputer Generasi Kedua (1959­ – 1964)
Stretch dan LARC
Mesin pertama yang memanfaatkan teknologi baru ini adalah superkomputer. IBM membuat superkomputer bernama Stretch, dan Sprery­ Rand membuat komputer bernama LARC. Komputer­komputer ini,yang dikembangkan untuk laboratorium energi atom, dapat menangani sejumlah besar data, sebuah kemampuan yang sangat dibutuhkan oleh peneliti atom. Mesin tersebut sangat mahal dan cenderung terlalu kompleks untuk kebutuhan komputasi bisnis, sehingga membatasi kepopulerannya.
Hanya ada dua LARC yang pernah dipasang dan digunakan: satu di Lawrence Radiation Labs di Livermore, California, dan yang lainnya di US Navy Research and Development Center di Washington D.C. Komputer generasi kedua menggantikan bahasa mesin dengan bahasa assembly. Bahasa assembly adalah bahasa yang menggunakan singkatan­singakatan untuk menggantikan kode biner.
Pada awal 1960­an, mulai bermunculan komputer generasi kedua yang sukses di bidang bisnis, di universitas, dan di pemerintahan. Komputer generasi kedua ini merupakan komputer yang sepenuhnya menggunakan transistor. Mereka juga memiliki komponen­komponen yang dapat diasosiasikan dengan komputer pada saat ini: printer, penyimpanan dalam disket, memory, sistem operasi, dan program.
Ciri-ciri komputer pada generasi kedua:
- Penggunaan transistor sehingga ukurannya lebih kecil
- Adanya pengembangan memori inti­magnetik membantu pengembangan komputer generasi kedua yang lebih kecil, lebih cepat, lebih dapat diandalkan, dan lebih hemat energi dibanding para pendahulunya
- Penggantian dari bahasa mesin menjadi bahasa Asembly
- Muncul bahasa pemrograman COBOL dan FORTRAN
3. Komputer Generasi Ketiga (1964­ – 1970)
Walaupun transistor dalam banyak hal mengungguli tube vakum, namun transistor menghasilkan panas yang cukup besar, yang dapat berpotensi merusak bagian­bagian internal komputer. Batu kuarsa (quartz rock) menghilangkan masalah ini. Jack Kilby, seorang insinyur di Texas Instrument, mengembangkan sirkuit terintegrasi (IC : integrated circuit) di tahun 1958. IC mengkombinasikan tiga komponen elektronik dalam sebuah piringan silikon kecil yang terbuat dari pasir kuarsa.
Pada ilmuwan kemudian berhasil memasukkan lebih banyak komponen­komponen ke dalam suatu chiptunggal yang disebut semikonduktor. Hasilnya, komputer menjadi semakin kecil karena komponen­komponen dapat dipadatkan dalam chip. Kemajuan komputer generasi ketiga lainnya adalah penggunaan system operasi (operating system) yang memungkinkan mesin untuk menjalankan berbagai program yang berbeda secara serentak dengan sebuah program utama yang memonitor dan mengkoordinasi memori komputer.
Ciri-ciri komputer pada generasi ketiga:
- Penggunaan IC(Intregrated Circuit)
- Ukuran komputer menjadi lebih kecil
- Ditemukannya Sistem Operasi
4. Komputer Generasi Keempat (1979­ – sekarang)
Setelah IC, tujuan pengembangan menjadi lebih jelas: mengecilkan ukuran sirkuit dan komponen­komponen elektrik. Large Scale Integration (LSI) dapat memuat ratusan komponen dalam sebuah chip. Pada tahun 1980­ an, Very Large Scale Integration (VLSI) memuat ribuan komponen dalam sebuah chip tunggal. Ultra­Large Scale Integration (ULSI) meningkatkan jumlah tersebut menjadi jutaan. Kemampuan untuk memasang sedemikian banyak komponen dalam suatu keping yang berukurang setengah keping uang logam mendorong turunnya harga dan ukuran komputer. Hal tersebut juga meningkatkan daya kerja, efisiensi dan keterandalan komputer.
Chip Intel 4004 yang dibuat pada tahun 1971 membawa kemajuan pada IC dengan meletakkan seluruh komponen dari sebuah komputer (central processing unit, memori, dan kendali input/output) dalam sebuah chip yang sangat kecil. Sebelumnya, IC dibuat untuk mengerjakan suatu tugas tertentu yang spesifik. Sekarang, sebuah mikroprosesor dapat diproduksi dan kemudian diprogram untuk memenuhi seluruh kebutuhan yang diinginkan. Tidak lama kemudian, setiap perangkat rumah tangga seperti microwave oven, televisi, dan mobil dengan electronic fuel injection dilengkapi dengan mikroprosesor.
Perkembangan yang demikian memungkinkan orang­orang biasa untuk menggunakan komputer biasa. Komputer tidak lagi menjadi dominasi perusahaan­perusahaan besar atau lembaga pemerintah. Pada pertengahantahun 1970­an, perakit komputer menawarkan produk komputer mereka ke masyarakat umum. Komputer­komputer ini, yang disebut minikomputer, dijual dengan paket piranti lunak yang mudah digunakan oleh kalangan awam. Piranti lunak yang paling populer pada saat itu adalah program word processing dan spreadsheet. Pada awal 1980­an, video game seperti Atari 2600 menarik perhatian konsumen pada komputer rumahan yang lebih canggih dan dapat diprogram.
Pada tahun 1981, IBM memperkenalkan penggunaan Personal Computer (PC) untuk penggunaan di rumah, kantor, dan sekolah. Jumlah PC yang digunakan melonjak dari 2 juta unit di tahun 1981 menjadi 5,5 juta unit di tahun 1982. Sepuluh tahun kemudian, 65 juta PC digunakan. Komputer melanjutkan evolusinya menuju ukuran yang lebih kecil, dari komputer yang berada di atas meja (desktop computer) menjadi komputer yang dapat dimasukkan ke dalam tas (laptop), atau bahkan komputer yang dapat digenggam (palmtop).
IBM PC bersaing dengan Apple Macintosh dalam memperebutkan pasar komputer. Apple Macintosh menjadi terkenal karena mempopulerkan system grafis pada komputernya, sementara saingannya masih menggunakan komputer yang berbasis teks. Macintosh juga mempopulerkan penggunaan piranti mouse.
Pada masa sekarang, kita mengenal perjalanan IBM compatible dengan pemakaian CPU: IBM PC/486, Pentium, Pentium II, Pentium III, Pentium IV (Serial dari CPU buatan Intel). Juga kita kenal AMD k6, Athlon, dsb. Ini semua masuk dalam golongan komputer generasi keempat. Seiring dengan menjamurnya penggunaan komputer di tempat kerja, cara­ cara baru untuk menggali potensial terus dikembangkan. Seiring dengan bertambah kuatnya suatu komputer kecil, komputer­komputer tersebut dapat dihubungkan secara bersamaan dalam suatu jaringan untuk saling berbagi memori, piranti lunak, informasi, dan juga untuk dapat saling berkomunikasi satu dengan yang lainnya. Komputer jaringan memungkinkan komputer tunggal untuk membentuk kerjasama elektronik untuk menyelesaikan suatu proses tugas. Dengan menggunakan perkabelan langsung (disebut juga local area network, LAN), atau kabel telepon, jaringan ini dapat berkembang menjadi sangat besar.
Ciri-ciri komputer pada generasi keempat:
• Digunakannya LSI, VLSI, ULSI
• Digunakannya mikroprosesor
Banyak kemajuan di bidang disain komputer dan teknologi semakin memungkinkan pembuatan komputer generasi kelima. Dua kemajuan rekayasa yang terutama adalah kemampuan pemrosesan paralel, yang akan menggantikan model von Neumann. Model von Neumann akan digantikan dengan sistem yang mampu mengkoordinasikan banyak CPU untuk bekerja secara serempak. Kemajuan lain adalah teknologi superkonduktor yang memungkinkan aliran elektrik tanpa ada hambatan apapun, yang nantinya dapat mempercepat kecepatan informasi.

sumber : http://merahitam.com/sejarah-komputer-dan-perkembanganya.html

Rabu, 12 Oktober 2011

Sejarah Playstation


Sony masuk di dalam industri game sebenarnya dimulai sejak lama, pada saat itu sony memproduksi chip suara yang digunakan oleh SNES dari Nintendo. Pada saat itu media untuk penyimpanan software game sebagian besar msih menggunakan catridge, seperti SEGA megadrive, SNES dan lain-lain. Lalu SEGA mulai mengembangkan media penyimpanan software game dalam format kepingan CD.
Nintendo sebagai saingan SEGA tidak mau ketinggalan untuk ikut mengembangkan hal yang sama, maka pada tahun 1988 dimintalah Sony untuk bekerjasama mengembangkan perangkat kerasnya. Maka dimulailah proyek pembuatan CD ROM add on untuk SNES yang akan diberi nama SNES CD. Berasamaan dengan desainnya add on untuk SNES itu sony juga berencana untuk membuat suatu perangkat hiburan yang bisa memainkan game SNES yang berupa catridge dan CD dengan format yang didesain oleh sony dan juga format itu akan dipakai Nintendo untuk software-software gamenya nanti yang berbentuk CD.
Pada tahun 1991 dalam acara Consumer Electronik Show CD ROM add on untuk SNES diumumkan ke publik. Tetapi ketika pihak Nintendo melihat lagi perjanjian yang mereka buat dengan sony pada tahun 1988 pihak Nintendo menyadari ada perjanjian yang dianggap merugikan pihak Nintendo yaitu setiap software game yang menggunakan format CD yang dibuat Sony maka pihak Sony akan mendapatkan bagian keuntungan sebesar 25% dari setiap software game. Pihak Nintendo akhirnya membatalkan secara sepihak perjanjian yang mereka buat dengan Sony dan memilih bekerjasama dengan Philips untuk membuat format baru yang tidak merugikan mereka.
Setelah gagalnya proyek Sony dengan Nintendo tersebut pertama kali Sony ingin menghentikan semua perencanaan dan pengerjaan dari add-on untuk SNES tersebut. Tetapi Ken Kutaragi sebagai kepala proyek berusaha meyakinkan pemimpin tertinggi Sony untuk tetap melanjutkan apa yang sudah dicapai dan akhirnya mendapatkan persetujuan. Maka dilanjutkanlah rencana untuk membuat suatu perangkat hiburan yang bisa memainkan catridge SNES dan CD dengan format buatan Sony yang dinamakan Playstation.
Melihat hal tersebut Nintendo menuntut Sony ke pengadilan karena merasa bahwa mereka memiliki hak atas nama tersebut dan karena dulu perangkat tersebut didesain berdasarkan perjanjian yang dibuat antara Nintendo dan Sony yang dibatalkan sepihak oleh Nintendo. Pengadilan menolak tuntutan Nintendo tersebut dan akhirnya pada oktober 1991 lahirlah playstation yang bisa memainkan game2 SNES dan CD ROM.
Pada akhir tauhun 1992 akhirnya Sony mencapai kesepakatan dengan Nintendo yang isinya adalah bahwa Sony boleh meneruskan perangkat hiburan yang bisa memainkan game SNES tetapi Nintendo mendapatkan bagian keuntungan dari setiap penjualan mesin yang dibuat dan setiap software yang bisa dimainkan di mesin tersebut dan nama playstation dirubah menjadi “Sony Playstation”. Tetapi Sony tidak banyak memproduksi mesin ini, rumor mengatakan Sony hanya membuat 200 buah saja.
Pada awal tahun 1993 Ken Kutaragi kembali mendesain ulang perangkat tersebut dan menggunakan teknologi yang baru. Port catridge untuk SNES dan fungsi multimedia dihilangkan. Mesin yang baru ini di fokuskan untuk software game. Sony menanamkan chip 3d pada mesin yang baru. Bersamaan dengan pendesaian ulang tersebut sony juga mulai mendekati developer software game untuk bekerjasama membuat game untuk mesin barunyatersebut termasuk di dalamnya Namco dan Konami.
Akhirnya pada tanggal 3 desember 1994 diluncurkanlah Playstation di Jepang seminggu setelah diluncurkannyaSega Saturn. Software game yang tersedia pada saat peluncuran adalah King’s Field, Crime crackers dan Ridge Racer. Peluncuran mesin tersebut sukses besar ditandai dengan terjadinya antrian panjang pembeli yang ingin membeli mesin dari sony ini. Banyak pembeli yang menyukai desain controllernya yang nyaman di tangan dan memudahkan mereka dalam memasukkan kombinasi2 tombol yang digunakan dalam game yang mereka mainkan. Tercatat kurang lebih 300.000 unit yang terjual dalam bulan pertama.
Pada pertengahan tahun 1995 sony mulai bersiap untuk meluncurkan playstation di Amerika, maka berdirilah Sony Computer Entertaintment of America yang bermarkas di Foster City-Los Angeles. Mereka mempersiapkan diluncurkannya Playstation di Amerika dengan merangkul developer2 game Amerika. Pada tanggal 11-13 May 1995 ditampilkanlah Playstation di Amerikapada Ajang The Electronic Entertainment Expo (E3) di Los Angeles dan mendapatkan sambutan yang sangat meriah.
Dan Akhirnya pada 9 september 1995 Playstation resmi diluncurkan di america dengan harga $299 dan seperti yang terjadi di jepang penjualan di Amerika tergolong sangat sukses. Lebih dari 100.000 unit sudah sebelum peluncuran. 17 software game tersedia pada peluncuran. Diberitakan banyak toko yang kehabisan stok unit dan peripheral bahkan controller dan memorycard bekas pun laris terjual. Setelah peluncuran di amerika, pada tanggal 29 september 1995 playstation diluncurkan di Eropa kemudian disusul di Ocenia pada bulan November 1995. Pada bulan may 1996 Sony memotong harga playstation menjadi $199 yang semakin membuat penjualan playstation meningkat.

sumber :
http://blog-oki.blogspot.com/2009/04/sejarah-perkembangan-playstation.html

Selasa, 11 Oktober 2011

Jejaring Sosial Skype


           Dunia digital? Siapa sih yang tidak tahu dengan dunia yang satu ini. saya rasa semua orang sudah paham dan mengerti apa yang di maksud dengan dunia digital meski kita bertanya kepada orang yang masih awam dengan teknologi. Tetapi setidaknya mereka akan tahu mana yang disebut dengan dunia digital itu sendiri.
            Dunia digital sangatlah luas sekali sampai anda tidak dapat menyebutkan semuanya, mungkin hanya yang terkenal-terkenal saja yang dapat anda sebutkan satu per satu seperti jejaring sosial Facebook, Twitter, Skype, BBM, dan masih banyak lagi yang lainnnya.
            Pada kesempatan kali ini kita akan membahas perkembangan dunia digital yang sudah sangat modern dan cepat yaitu Skype, untuk lebih lanjutnya mari kita bahas lebih lanjut.
               Semua orang di dunia pasti mengenal yang namanya Skype terutama mereka yang berhubungan jarak jauh dengan keluarganya atau dengan kekasihnya, tetapi hanya segelintir orang yang tahu pasti apa itu Skype, oleh karena itu disini dijelaskan apa definisi dari Skype itu sendiri.
   Skype adalah sebuah program komunikasi dengan teknologi P2P (peer to peer). Program ini merupakan program bebas (dapat diunduh gratis) dan dibuat dengan tujuan penyediaan sarana komunikasi suara (voice) berkualitas tinggi yang murah berbasiskan internet untuk semua orang di berbagai belahan dunia.
               Segala sesuatu di dunia ini pasti ada awalnya atau yang biasa kita sebut sejarahnya. Begitu pula dengan Skype, program komunikasi ini awalnya diprakarsai oleh wirausahawan Niklas Zennström dan Janus Friis, orang yang sama yang menemukan Kazaa dan Joost (P2P untuk televisi). Skype lalu berkompetisi dengan protokol terbuka VoIP yang sudah ada seperti SIP, IAX, dan H.323
            Skype sendiri pertama kali di rilis ke public pada bulan Agustus tahun 2003 dan langsung di download setengah miliar kali oleh masyarakat. Dikembangkan untuk memungkinkan panggilan pengguna bebas melalui Internet dan layanan premium yang mencakup panggilan ke sambungan telepon rumah, ponsel dan pesan teks, Skype telah mengalami kemajuan pesat dari 74.700.000 account pengguna pada tahun 2005 405 juta account pengguna pada akhir tahun 2008. Ini merupakan bukti peningkatan besar dengan jumlah bisnis jarak jauh dan hubungan pribadi yang didukung oleh teknologi. Pendapatan bersih perusahaan juga juga telah empat kali lipat dalam tiga tahun terakhir mencapai 145 juta USD.
            Lebih dari 200 ahli bekerja pada memperbarui software Skype dan hardware di pusat pengembangan Skype di Tallinn, Estonia, tempat asli dari Skype. Tiga programmer pusat Skype telah mencapai sukses komersial dengan Kazaa, Internet musik dan gambar situs pertukaran dirilis pada tahun 2001. Ahti Heinla, Priit Kasesalu dan Jaan Tallinn menciptakan software Skype di Estonia, merilis program pada tahun 2003 dan mencapai peluncuran yang sangat sukses sebelum menjual Skype ke rumah lelang online Ebay pada Oktober 2005 untuk 2,1 miliar EUR.
            2005 juga melihat peningkatan layanan dan hardware. Pesan suara, nada dering dan ‘mobile’ Skype tiga perkembangan diperkenalkan untuk meningkatkan pengalaman Skype. Versi baru dari Skype panggilan dan meningkatkan kualitas video, serta memperkenalkan upgrade baru. Dibandingkan dengan kompetisi itu, Skype, mudah digunakan dan diakui dan digunakan di ratusan negara.
            Apakah atau tidak kemajuan baru untuk software ini diperlukan, download Skype dasar tak tergantikan dalam kehidupan pengusaha dan perempuan, teman, kekasih dan anggota keluarga. Skype adalah bagian hidup sehari-hari, bisa berbicara dengan pacar anda dan teman-teman terbaik anda selama berjam-jam, secara gratis. Hal ini memungkinkan kita untuk tinggal di kontak tanpa menghabiskan banyak uang, serta multi tugas karena mikrofon yang tangan bebas. Software ini telah benar-benar menyelamatkan hubungan anda dengan orang yang bermil-mil jauhnya dan membawa mereka tepat untuk anda dengan teknologi webcam dan mikrofon.
            Skype telah melihat sukses besar sejak rilis itu kepada publik pada tahun 2003. Lima setengah tahun terakhir telah melihat perkembangan penting dan kemajuan dalam program dan peningkatan besar dalam popularitas sejak itu dijual ke Ebay pada tahun 2005. Akhirnya, Skype adalah pemain kunci dalam desa global 2009.    
          Layaknya layanan gratis, teknologi bertelepon-murah-meriah-ke-seluruh-penjuru-dunia ala Skype berbasis Internet. Tulang punggung teknologi mereka adalah voice over Internet protocol (VoIP). Keberhasilan para programer mengatasi masalah latency yang menyebabkan tibanya suara ke telinga penerima terlambat hanyalah satu dari sekian kelebihan Skype. Kelebihan lain sistem ini terletak pada kemudahannya.
     Kalau sistem VoIP lain, seperti Yahoo Messenger atau ICQ, membutuhkan perangkat telepon khusus, Skype hanya memerlukan headset yang dihubungkan ke PC sederhana. Bahkan, untuk layanan premium, kita bisa melakukan atau menerima panggilan ke atau dari ponsel atau telepon biasa, atau PDA. Layanan premium Skype ini juga menyediakan fitur voice mail dan short message service. Perlu dicatat, walau namanya layanan premium, biayanya jauh dari premium ” bahkan buat pelanggan Indonesia yang nilai rupiahnya kian terpuruk.
     Kalau saya interlokal ke Paris, biayanya Rp 10 ribu/menit, ujar A. Alfons Tanujaya, Tapi, pakai skype.com, semenitnya cuma 1,7 sen euro atau sekitar Rp 200. Tanujaya yang yang mengaku sudah dua tahun menggunakan Skype lalu menambahkan, tarif ke Amerika Serikat atau Australia juga sama. Umumnya (tarif di) negara-negara maju sebesar itu, lanjut pemilik Vaksincom ini.
Pengguna lain, Agung Bowo Laksono, Direktur Asia QuatroNet, mengaku bahwa Skype membantunya menghemat biaya hingga 80%. Perbedaan ini mungkin karena Agung memperhitungkan biaya akses Internet yang di Indonesia masih cukup mahal.
            Tarif yang cuma 2% SLI biasa itu (tanpa memperhitungkan biaya akses Internet) adalah untuk layanan premium bernama SkypeOut. Inilah layanan yang memungkinkan pengguna PC melakukan panggilan ke ponsel atau telepon biasa. SkypeOut bisa murah karena pengiriman data suara yang telah didigitalisasi dari PC ke server di negara tujuan ” dan sebaliknya ” dilakukan melalui Internet sehingga gratis. Yang dipungut bayaran hanyalah pengiriman data suara dari server milik perusahaan mitra Skype ke pesawat yang kita panggil.
            Layanan lain, SkypeIn, memungkinkan panggilan dari ponsel atau telepon biasa ke PC yang terhubung dengan skype.com. Prinsip kerjanya sama, yang harus bayar hanyalah pengiriman data suara dari pesawat pemanggil ke server ” yang pada dasarnya adalah hubungan telepon lokal yang murah. Seterusnya, dari server ke PC tujuan tak ada beban sepeser pun, kecuali yang harus dibayar untuk pemakaian Internet biasa.
            Jika layanan SkypeIn dan SkypeOut ini telah dapat digabung secara sempurna, bertelepon ria melalui Skype tak akan beda dari bertelepon melalui Telkom atau provider sistem telepon seluler (GSM, CDMA). Sayangnya, sampai saat ini, SkypeIn dan SkypeOut baru bisa dinikmati di negara-negara Eropa, Amerika Serikat, Kanada, Australia, dan negara maju lainnya.
            Kendati demikian, menurut Tanujaya, keterbatasan yang satu ini gampang diatasi. Caranya dengan membeli nomor Skype yang berasal dari negara yang punya layanan full-skype. Dengan meyakinkan ia berkata, Bisa saja Skype saya bernomor Chicago dan saya lagi di Singapura. Orang Amerika bisa menghubungi saya di nomor Skype itu tanpa mengetahui di mana saya berada. Biayanya? Ya, sekitar Rp 200/menit itu tadi, ujarnya.
            Selanjutnya, Tanujaya menceritakan pengalaman menariknya dalam ber-skyping. Saat itu, ketika sedang chatting dengan anak kakaknya di Australia, ia mengajak sang keponakan berkomunikasi melalui Skype. Dengan sedikit pengarahan, sang keponakan bisa langsung skyping. Malah, saya di kantor langsung menelepon ibu saya di rumah, di Jakarta, dan saya taruh speaker, tuturnya kepada SWA, sehingga kami bertiga bisa ngobrol.
            Teleconferencing gratis seperti ini bisa melibatkan sampai 5 orang. Dan, jika semua pakai PC, biayanya nol ” cuma bayar biaya akses Internet. Kalau kita berlangganan akses Internet yang always on, misalnya Speedy dari Telkom, tak ada lagi biaya ekstra. Lalu, bila dilengkapi webcam, dapat pula dilakukan semacam videoconferencing. Namun, untuk bisa menatap wajah lawan bicara dengan nyaman tentu dibutuhkan bandwidth yang cukup lebar, dan sebaiknya tak hanya menggunakan akses Internet dial-up yang lambat dan lalu-lintasnya sudah crowded. Maklum, kalau bandwidth yang digunakan sempit, gerak lawan bicara yang kita terima akan terputus-putus seperti film tempo doeloe.
            Dengan layanan vSkype, videoconferencing yang sebenarnya dengan gampang dilakukan. Saat ini, menggandeng beberapa mitra, Skype telah siap menawarkan meeting management tools yang memungkinkan videoconferencing dengan 200 partisipan. Akan tetapi, Stephen Lawson dari IDG News dalam infoworld.com edisi 16 Juni 2005 menulis, Harganya belum ditetapkan.
               Di setiap kelebihan pasti ada yang namanya kekurangan, begitu pula dengan Skype, berikut ini adalah beberapa kekurangan pada Skype :
            Penipuan. Layaknya seluruh hubungan yang dilakukan melalui internet, skype juga memiliki masalah yang sama dengan registrasi identitas penggunanya. Registrasi dapat dilakukan tanpa menyerahkan identitas diri yang sah sehingga sebagai pengguna kita dapat memilih untuk tidak meggunakan nama asli dan di pihak yang sama kita berisiko untuk berkenalan dengan orang tanpa tahu identitasnya. Hal ini rentan terhadap penipuan dan kejahatan-kejahatan lainnya.
            Kapasitas yang besar. Skype memakan 23MB kapasitas harddisk ketika dipasang, dibandingkan dengan pengirim pesan instan lainnya seperti Yahoo yang memakan kapasitas lebih kecil sekitar 10- 15 MB.
            Terhalang oleh waktu dan kesediaan orang yang memanggil dan yang dipanggil. Penggunaan skype dengan metode suara harus dilakukan dengan rencana sebelumnya seperti membuat janji dengan orang yang dituju, karena apabila orang yang dituju tidak siap (terhalang oleh perbedaan waktu atau kesulitan sambungan Internet) maka niat untuk melakukan komunikasi langsung melalui suara bisa jadi sia-sia.
 Sumber :